Agro Industri Pangan

BAGIAN II.

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

DAFTAR ISI

A. TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Agroindustri Pangan bertujuan untuk:

1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik;
2. Mendidik peserta didik agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab;
3. Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan dan seni;
4. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam Program Keahlian Agroindustri Pangan agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah;
5. Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam Program Keahlian Agroindustri Pangan;
6. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.

B. KOMPETENSI KEAHLIAN

Kompetensi Keahlian Agroindustri Pangan seperti yang tercantum dalam Tabel 1. Daftar Kompetensi Keahlian di bawah ini.

Tabel 1. Daftar Kompetensi Keahlian

Bidang Keahlian : Agroindustri
Program Keahlian : Agroindustri Pangan

Level Kualifikasi Kode Kompetensi Sertifikat Tingkat Pendidikan
A. Menangani komoditas pangan SMK
B. Mengeringkan komoditas pertanian
C. Mecampur bahan pangan
D. Mengemas
E. Menyimpan dan menggudangkan
F. Mengecilkan ukuran
G. Mengawetkan pangan
H. Melakukan proses ekstraksi
I. Melakukan proses biokonversi
J. Melakukan sanitasi dan pengelolaan limbah
K Menjalankan bisnis mandiri

C. LEVEL KUALIFIKASI TAMATAN SMK
Level kualifikasi tamatan SMK Bidang Keahlian Agroindustri Program Keahlian Agroindustri Pangan tercantum dalam Tabel 2. Level Kualifikasi Tamatan SMK di bawah ini.

Tabel 2. Level Kualifikasi Tamatan SMK

Bidang Keahlian : Agroindustri
Program Keahlian : Agroindustri Pangan

Kode Kompetensi Level Kualifikasi Sertifikat
A Menangani komoditas pangan
B Mengeringkan komoditas pertanian
C Mencampur bahan pangan
D Mengemas
E Menyimpan dan menggudangkan
F Mengecilkan ukuran
G Mengawetkan pangan
H Melakukan proses ekstraksi
I Melakukan proses biokonversi
J Melakukan sanitasi dan pengelolaan limbah
K Menjalankan bisnis mandiri
D. RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan bagi lulusan Program Keahlian Agroindustri Pangan adalah:

1. Bandar sayuran/buah-buahan;
2. Bandar komoditas pangan;
3. Produsen tempe/tauco/kecap;
4. Produsen susu kedelai/tahu/tauwa/kembang tahu;
5. Produsen rerotian dan makanan ringan;
6. Produsen aneka keripik/kerupuk;
7. Produsen asinan/pickles;
8. Produsen sirop, gula merah, manisan;
9. Pengelola komoditas pangan;
10. Pengelola depot cucian komoditas sayuran/buah-buahan;
11. Juru penerima produk pangan;
12. Juru penyeleksi produk pangan;
13. Juru pencampur/pengaduk komoditas pangan;
14. Juru gudang pangan;
15. Juru pengukur/penafsir komoditas dan produk pangan;
16. Pengelola/petugas penggilingan padi/kopi;
17. Operator alat dan mesin pengelolaan pangan.
E. PROFIL KOMPETENSI TAMATAN

Level Kualifikasi Kompetensi Sub Kompetensi
A. Menangani komoditas pangan
A.1. Menangani komoditas curai
A.2. Menangani komoditas nircurai
A.3. Menangani komoditas buah-buahan
A.4. Menangani komoditas sayuran
A.5. Menangani komoditas hewani/ternak
A.6. Menangani komoditas ikani
B. Mengeringkan komoditas pertanian
B.1. Menentukan dan mengukur faktor pengeringan
B.2. Memilih cara dan peralatan untuk pengeringan
B.3. Melakukan pengeringan alami
B.4. Melakukan pengeringan buatan
C. Mencampur bahan C.1. Menentukan cara dan jenis alat pencampuran
C,2, Mengukur faktor pada proses pencampuran
C.3. Melakukan pencampuran kering
C.4. Melakukan pencampuran semi basah/basah
D. Mengemas D.1. Memilih berrbagai jenis bahan dan peralatan kemasan
D.2. Memilih bahan dan cara mengemas secara manual
D.3. Memilih bahan dan cara mengemas secara masinal
D.4. Membuat desain grafis pada berbagai jenis kemasan
E. Menyimpan dan menggudangkan E.1. Membedakan dan mengukur faktor lingkungan fisis
E.2. Membedakan berbagai jenis dan mengendalikan faktor lingkungan biotis
E.3. Menyimpan komoditas secara tradisional
E.4. Menyimpan komoditas di gudang
E.5. Memantau dan mengendalikan hama gudang
E.6. Menyimpan dingin/beku
F. Mengecilkan ukuran F.1. Mengidentifikasi produk dan alat pengecilan ukuran
F.2. Mengiris dan memotong
F.3. Memarut
F.4. Menggiling/menghancurkan mendapat lembaran/bubuk
G. Mengawetkan pangan G.1. Menentukan berbagai cara pengawetan
G.2. Mengawetkan dengan penggaraman
G.3. Mengawetkan dengan penggulaan
G.4. Mengawetkan dengan pengasapan
H. Melakukan proses ekstraksi H.1. Mengidentifikasi komoditas, cara dan alat ekstrasi
H.2. Melakukan operasi ekstraksi padatan tak terlarut
H.3. Melakukan operasi ekstraksi padatan terlarut
I. Melakukan proses biokonversi I.1. Mengidentifikasi komoditas, cara dan alat fermentasi
I.2. Melakukan fermentasi komoditas nabati
I.3. Melakukan fermentasi komoditas hewani
I.4. Melakukan fermentasi komoditas ikani
J. Melakukan sanitasi dan pengelolaan limbah J.1. Membedakan sumber dan pencegahan kontaminasi
J.2. Membedakan prinsip, aplikasi sanitasi dan kriteria keberhasilan
J.3. Membedakan arti dan penerapan sanitizer
J.4. Membedakan berbagai sumber, jenis dan sifat limbah
J.5. Melakukan operasi pengelolaan limbah
K. Menjalankan bisnis mandiri K.1. Merencanakan bisnis mandiri
K.2. Melaksanakan proses produksi
K.3. Memasarkan produk yang dihasilkan
K.4. Membuat laporan bisnis mandiri
K.5. Melakukan evaluasi atas bisnis yang dilaksanakan
K.6. Mempresentasikan hasil kerja proyek bisnis mandiri
F. SUBSTANSI PEMBELAJARAN

Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok besar yaitu kelompok substansi instruksional dan noninstruksional. Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang dirancang dan terstruktur sebagai substansi kurikulum. Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kunci, program kecakapan hidup, lingkungan hidup, narkoba dan lain sebagainya yang dirancang tetapi tidak terstruktur sebagai substansi kurikulum.

1. Substansi Instruksional

Substansi instruksional dikelompokkan dalam program normatif, adaptif dan produktif, dirancang dengan pendekatan kompetensi dan dikemas dalam bentuk modul.

2. Substansi Noninstruksional

a. Kompetensi Kunci.

Kompetensi kunci adalah suatu kemampuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan ke situasi yang baru, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dan jenis pekerjaan. Kompetensi kunci merupakan kompetensi yang mendukung pelaksanaan semua jenis pekerjaan, mencakup pengetahuan dan keterampilan yang bersifat generik. Jenis kompetensi kunci seperti yang tercantum dalam Tabel 3. Daftar Kompetensi Kunci.

Tabel 3. Daftar Kompetensi Kunci

No Kompetensi Kunci

1 mengumpulkan,menganalisis dan mengorganisasikan data
2 mengkomunikasikan idea dan informasi
3 merencana dan mengorganisir kegiatan
4 bekerja dengan orang lain dalam suatu tim
5 menggunakan idea dan teknik matematika
6 mengatasi masalah
7 menggunakan teknologi
8 pemahaman budaya

Pelatihan kompetensi kunci tidak dapat dilakukan secara mandiri sebagaimana kompetensi lainnya. Kompetensi kunci harus dilatihkan secara integratif atau menyatu dalam proses pelatihan kompetensi lainnya, yang harus dituangkan dalam proses penyusunan modul. Kompetensi kunci dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan yaitu level 1, level 2 dan level 3 seperti tercantum dalam Tabel 4.

Tabel 4. Level Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI
LEVEL 1 LEVEL 2 LEVEL 3
1 MENGUMPULKAN, MENGANALISA DAN MENGELOLA INFORMASI
Kapasitas untuk mengumpulkan informasi, memindahkan dan menyeleksi informasi dalam rangka memilih informasi yang diperlukan untuk dipresentasikan, mengevaluasi sumber dan cara memperoleh informasi tersebut Mengakses dan menyimpan dari satu sumber Mengakses, memilih dan menyimpan dari beberapa sumber Mengakses, mengevaluasi dan mengatur dari berbagai macam sumber
2 MENGKOMUNIKASIKAN IDE-IDE DAN INFORMASI
Kapasitas untuk berkomunikasi dengan orang lain secara efektif menggunakan beragam bahasa, tulisan, grafik dan expresi non verbal lainnya Sederhana dengan aturan yang telah dikenal Komplek dengan isi tertentu Komplek dengan isi beragam
3 MERENCANAKAN DAN MENGORGANISIR KEGIATAN
Kapasitas untuk merencanakan dan mengatur kegiatan kerja individu termasuk penggunaan waktu dan sumber yang baik, pemilihan prioritas dan pengawasan prestasi individu Di bawah pengawasan Dengan bimbingan Inisiatif sendiri dan mengevaluasi kegiatan yang komplek
4 BEKERJA DENGAN ORANG LAIN SERTA KELOMPOK
Kapasitas untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain baik antar pribadi ataupun kelompok termasuk mengerti dan memberikan respon akan keinginan klien dan bekerja secara efektif sebagai anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama Aktifitas yang telah diketahui Membantu merancang dan mencapai tujuan Kolaborasi dalam kegiatan komplek
5 MENGGUNAKAN IDE-IDE SERTA TEKNIK MATEMATIKA
Kapasitas untuk menggunakan konsep bilangan, spasi dan ukuran dan teknik seperti perkiraan untuk praktek Tugas yang sederhana Memilih tugas yang komplek dan sesuai Evaluasi dan mengadaptasi sebagai tugas yang sesuai
6 MENYELESAIKAN MASALAH
Kapasitas untuk menjalankan strategi penyelesaian masalah baik untuk situasi dimana masalah dan solusi yang diinginkan memiliki bukti dan dalam situasi yang memerlukan pemikiran kritis dan pendekatan kreatif untuk mencapai hasil Rutin, sedikit pengawasan
Eksplorasi – pengawasan melekat Rutin, mandiri

Eksplorasi – dengan bimbingan Masalah yang komplek, pelaksanaan pendekatan sistematis, menjelaskan proses
7 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI
Kapasitas untuk menerapkan teknologi, mengkombinasikan keahlian fisik and sensor yang diperlukan untuk menjalankan peralatan dengan pengertian ilmiah dan prinsip teknologi yang diperlukan untuk mengadaptasi sistem Produksi ulang atau melaksanakan produk dasar atau jasa Menyusun, mengatur atau mengoperasikan produk atau jasa Mendesain atau merangkai produk atau jasa
8 PEMAHAMAN BUDAYA
Kapasitas untuk memilih keterampilan guna menangani keragaman budaya dan dapat bernegosiasi dalam konteks budaya yang luas.
b. Program Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberi bekal kecakapan pada peserta didik dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupannya, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Program pendidikan dan pelatihan kecakapan hidup meliputi 5 (lima) jenis kecakapan yaitu:

• kecakapan mengenal diri (self awareness);
• kecakapan berpikir rasional (thinking skill);
• kecakapan sosial (social skill);
• kecakapan akademik (academic skill), dan
• kecakapan kejuruan(vocational skill).

Program kecakapan hidup di SMK merupakan kelanjutan dari program kecakapan hidup yang dilaksanakan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Program Kecakapan Hidup di SMK, sekolah harus menyusun rencana pelaksanaan program kecakapan hidup yang terintegrasi pada topik pembelajaran instruksional atau pada kegiatan ekstrakurikuler.

c. Program noninstruksional lain

Program noninstruksional lainnya di SMK seperti pendidikan lingkungan hidup, narkoba, budi pekerti dan sebagainya, pada prinsipnya harus disusun sendiri oleh sekolah dengan pihak lain yang terkait. Program tersebut harus disisipkan secara harmonis dan sinergis pada program-program instruksional atau pada kegiatan ekstrakurikuler yang ada.
G. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI

Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang dilatihkan pada peserta didik dalam kurun waktu 3 tahun dan kemungkinan multiexit-entry yang dapat diterapkan.

H. SUSUNAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Bidang Keahlian : Agroindustri
Program Keahlian : Agroindustri Pangan

NO MATA PROGRAM DIKLAT WAKTU
I NORMATIF :
1 Pendidikan Agama 192
2 PPKn dan Sejarah 192
3 Bahasa Indonesia 192
4 Pendidikan Jasmani 288
II ADAPTIF
1 Matematika
2 Fisika
3 Kimia
4 Biologi
5 Bahasa Inggris
6 Komputer
7 Kewirausahaan
8 Mikrobiologi
9 Perencanaan Bisnis
III. PRODUKTIF :
1 Menangani komoditas pangan 300
2 Mengeringkan komoditas pertanian 200
3 Mencampuran bahan pangan 200
4 Mengemas 150
5 Menyimpanan dan menggudangkan 250
6 Mengecilkan ukuran 250
7 Mengawetkan pangan 300
8 Melakukan proses ekstraksi 200
9 Melakukan proses biokonversi 250
10 Melakukan sanitasi dan pengelolaan limbah 250
11 Menjalankan bisnis mandiri 750

JUMLAH

Catatan :
1. Satu jam pelajaran = 45 menit

I. DESKRIPSI PEMBELAJARAN

BIDANG KEAHLIAN : Agroindustri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
KOMPETENSI : Menangani komoditas pangan
KODE : A
JAM PEMBELAJARAN : 300 Jam

SUB KOMPETENSI KRITERIA
UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
A.1. Menangani komoditas curai ▪ Peran dan sifat hasil pertanian/ komoditas pangan disebutkan dengan benar
▪ Identifikasi berbagai komoditas curai dengan cara yang benar
▪ Pembersihan komoditas pangan dilakukan dengan benar
▪ Hasil pemilahan jenis/mutu komoditas pangan diperoleh dengan cara yang benar
▪ Densitas dan sudut repose diukur dengan cara yang benar
▪ Berbagai cara penanganan komoditas pangan disebutkan dengan benar.
▪ Hasil penilaian harga/biaya komo-ditas curai diperoleh dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai jenis, sifat fisis, kimia, dll komodi-tas pangan berbentuk bijian, perannya, sampai teknik menanganinya ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin bekerja ▪ Arti dan peran komoditas pangan.
▪ Jenis dan sifat alami komodi-tas curai dan tuntutan ter-hadap agribisnis/agroindustri
▪ Berbagai macam kerusakan dan kehilangan sebagai dampak penanganan
▪ Densitas dan sudut repose bijian
▪ Berbagai cara dan alat/mesin penanganan komoditas pangan ▪ Membedakan berbagai komoditas pangan berdasar jenis, mutu, dll.
▪ Membedakan berbagai kerusakan (genetis, prapanen, fisis mekanis, fisiologis,dll).
▪ Mengidentifikasi dan menghitung berbagai kehilangan akibat rusak
▪ Mengukur densitas dan sudut repose komoditas bijian
▪ Melakukan berbagai pembersihan, pengumpulan, pewadahan, pemindahan, dll.
▪ Menggunakan berbagai peralatan pembersih, pemilah, dll.
▪ Menghitung harga dan biaya penanganan komoditas
A.2. Menangani komoditas nircurai ▪ Identifikasi berbagai komoditas nircurai dengan cara yang benar
▪ Pembersihan komoditas pangan dilakukan dgn benar
▪ Hasil pemilahan jenis/mutu komoditas pangan diperoleh dengan cara yang benar
▪ Berbagai cara penanganan komoditas pangan disebutkan dengan benar.
▪ Hasil penilaian harga/biaya dihitung dgn cara yang benar ▪ Mengenal berbagai jenis, sifat fisis, kimia, dll komoditas pangan berbentuk bijian, pe-rannya, sampai teknik menanganinya ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin bekerja ▪ Jenis dan sifat alami komodi-tas nircurai vs tuntutan terhadap agroindustri
▪ Berbagai macam kerusakan dan kehilangan sebagai dampak penanganan
▪ Berbagai cara dan alat/mesin penanganan komoditas pangan ▪ Membedakan berbagai kerusakan komoditas nircurai
▪ Mengerjakan berbagai cara pembersihan, pengumpulan, pewadahan, pemindahan, dll.
▪ Menggunakan berbagai peralatan untuk menangani komoditas nircurai.
▪ Menghitung harga dan biaya kegiatan penanganan
A.3 Menangani komoditas buah-buahan ▪ Sifat alami buahan disebutkan dengan benar
▪ Pemilahan jenis, rupa, cacat, kotoran, benda asing, dll dilakukan dengan benar
▪ Pembedaan yang bagus dan tak bagus dilakukan dengan benar
▪ Berbagai sifat dan komponen buah disebutkan dengan benar
▪ Sifat klimakterik dan daya tahan buah disebutkan dengan benar
▪ Penumpukan, pewadahan/ pengemasan dan pemindahan dilakukan dengan benar
▪ Penilaian harga/biaya penanganan sayuran dan buahan segar diperoleh dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai jenis, sifat fisis, kimia, fisiologis komoditas buah perannya sampai teknik menanganinya ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin be kerja ▪ Jenis buahan tropis/ sub-tropis
▪ Rupa (bentuk dan warna mentah/ matang/masak)
▪ Cacat (bawaan, perlakuan, serangan hama, jasad renik cemaran, dll)
▪ Kotoran (sisa tumbuhan, tanah, dll)
▪ Pemisahan/pembersihan
▪ Bagian luar/dalam komoditas buah
▪ Kekerasan, konsistensi, kelembutan, kesegaran, dan kerenyahan
▪ Sifat klimakterik dan nonklimakterik
▪ Kerusakan/daya tahan
▪ Komponen kimiawi
▪ Penumpukan,pengemasan, pemindahan
▪ Penilaian jumlah/ harga komoditas sayuran dan buah-buahan segar ▪ Mengenali, memilah tingkat kebagusan buah
▪ Memisahkan yang bagus dari yang cacat dan kurang bagus.
▪ Menyingkirkan kotoran dan benda asing.
▪ Membedakan kekerasan (firmness), kelunakan, kerenyah-an
▪ Memilah yang klimakterik dan bukan
▪ Meduga daya tahan
▪ Menumpuk, mengikat, mengemas komoditas.
▪ Menggunakan berbagai alat pembersihan, dll.
▪ Menghitung harga dan biaya kegiatan penanganan buah-buahan segar
A.4. Menangani komoditas sayuran

▪ Sifat alami komoditas sayuran disebutkan dengan benar
▪ Pemilahan /pengelompokan ber-dasarkan jenis, rupa, cacat, kotoran, benda asing, dll dilakukan dengan benar
▪ Pembedaan yang bagus dan yang kurang bagus dilakukan dengan benar
▪ Berbagai sifat dan komponen komoditas buah disebutkan dengan benar
▪ Penumpukan, pengemasan dan pemindahan dilakukan dengan cara yang benar
▪ Hasil penilaian harga/biaya penanganan sayuran dan buahan segar diperoleh dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai jenis, sifat fisis, kimia, fisiologis komoditas sayuran, perannya, sampai teknik menanganinya ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin be kerja ▪ Jenis sayuran (daun, pucuk, buah, akar)
▪ Rupa (bentuk dan warna mentah/ matang/ masak)
▪ Cacat (bawaan, perlakuan, serangan hama, jasad renik cemaran, dll)
▪ Kotoran (sisa tumbuhan, tanah, dll)
▪ Cara pemisahan (bentuk, ukuran, kebagusan, jenis, kesegaran, dll), pembersihan (cara basah, cara kering, dll
▪ Konsistensi, kelembutan, kesegaran, kerenyahan
▪ Kerusakan dan daya tahan
▪ Komponen kimiawi
▪ Penumpukan, pengemasan, pemindahan
▪ Penilaian harga/ manfaat komoditas sayuran dan buah ▪ Mengenali, memilah tingkat kesempurnaan sayuran
▪ Menghitung persentase tiap komponen komoditas.
▪ Menyingkirkan kotoran dan benda asing.
▪ Membedakan kekerasan (firmness), kelunakan, kere-nyahan
▪ Membedakan tingkat kebagusan dan menduga daya tahan
▪ Menumpuk, mengikat, mengemas komoditas.
▪ Menggunakan berbagai per-alatan untuk pembersihan.
▪ Menghitung harga dan biaya kegiatan penangan-an buah-buahan segar
A.5. Menangani komoditas hewani/ternak ▪ Sifat alami komoditas hewani disebutkan dengan benar
▪ Pemilahan jenis dan mutu komoditas hewani dilakukan dengan benar
▪ Pemilahan jenis dan mutu komoditas hewani dilakukan dengan benar.
▪ Sifat post dan ante mortem komoditas hewani disebutkan dengan benar.
▪ Pembersihan dan perlakuan awal komoditas hewani dilakukan dengan cara yang benar
▪ Penumpukan, pengemasan dan pemindahan komoditas hewani dilakukan dengan cara yang benar
▪ Hasil penilaian biaya/harga komoditas hewani diperoleh dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai jenis, sifat fisis, kimia, dll komoditas hewani sampai teknik menanganinya ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin bekerja ▪ Jenis, rupa, dan sifat komoditas hewani.
▪ Pembersihan/ dressing komoditas hewani.
▪ Sifat postante mortem komoditas hewani.
▪ Bagian luar/dalam
▪ Kerusakan dan daya tahan
▪ Komponen kimiawi
▪ Penumpukan, pengepakan/ pengemasan dan pemindahan
▪ Penilaian harga/ manfaat komoditas segar hewani (telur, susu, daging) dan ikani (ikan, udang, kepiting) ▪ Mengenali jenis dan rupa, cacat, kotoran, benda asing
▪ Memisahkan yang sempurna, bersih, bagus/ baru dari yang cacat kotor, kurang bagus/ lama
▪ Menyingkirkan kotoran dan benda asing
▪ Menghitung persentase tiap komponen.
▪ Menyisihkan mana yang bersifat post mortem dan yang bukan.
▪ Membedakan jenis kerusakan dan menduga daya tahan
▪ Mengerjakan penumpukan/ pemindahan komoitas hewani
▪ Menggunakan berbagai peralatan untuk pembersihan, dll
▪ Menghitung harga dan biaya kegiatan penanganan
A.6. Menangani komoditas ikani ▪ Sifat alami komoditas ikani disebutkan dengan benar
▪ Pemilahan jenis dan mutu komoditas dilakukan dgn benar
▪ Pemilahan jenis dan mutu komoditas ikani dilakukan dengan benar.
▪ Pembersihan dan perlakuan awal komoditas ikani dilakukan dengan benar
▪ Penumpukan/ pengemasan, pemindahan dilakukan dengan benar
▪ Hasil penilaian biaya/harga komoditas hewani diperoleh dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai jenis, sifat fisis, kimia, dll komoditas hewani sampai teknik menanganinya ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin bekerjaa ▪ Jenis, rupa, dan sifat komoditas ikani.
▪ Pembersihan/ dressing komoditas ikani.
▪ Sifat postante mortem komoditas ikani.
▪ Bagian luar/dalam
▪ Kerusakan dan daya tahan
▪ Komponen kimiawi
▪ Penumpukan, pengepakan/ pengemasan dan pemindahan
▪ Penilaian harga/ manfaat komoditas segar ikani (ikan, udang, dll) ▪ Mengenali jenis dan rupa, cacat, kotoran, benda asing
▪ Memisahkan yang bagus, dari yang kurang bagus
▪ Membedakan jenis kerusakan dan menduga daya tahan
▪ Mengerjakan penumpukan/ pemindahan komoditas hewani
▪ Menggunakan berbagai peralatan untuk pembersihan, dll
▪ Menghitung harga dan biaya kegiatan penanganan
BIDANG KEAHLIAN : Agroindustri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
KOMPETENSI : Mengeringkan komoditas pertanian
KODE : B
JAM PEMBELAJARAN : 200 Jam

SUB KOMPETENSI KRITERIA
UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
B.1. Menentukan dan mengukur faktor pengeringan ▪ Arti/peran pengeringan, kadar air dan sifat lain komoditas dan hubungan satu dengan lainnya disebutkan dgn benar
▪ Kadar air, kelembaban, kandungan uap air, tekan-an uap dan berbagai cara pengeringan dijelaskan dengan benar.
▪ Hasil pengukuran dan perhitungan kadar air, kelembaban, dan tekanan uap diperoleh dengan cara yang benar.

▪ Mengenal arti/peran, hubungan dan cara mengukur dan meng-hitung berbagai faktor penting dalam pengeringan ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertanggung jawab. ▪ Arti dan peran kadar air, kelembab-an, tekanan uap, beda tekanan uap, aktivitas air, dll.
▪ Pengertian evaporasi, proses evaporasi, pengeringan mati dan pengeringan beku.
▪ Hubungan kelembaban nisbi, suhu bola kering dan bola basah, beda tekanan uap dengan penguapan, pengeringan, kadar air seimbang, aktivitas air, dan laju pengeringan
▪ Hubungan suhu dan kelembaban dgn kandungan uap air udara, itik embun, kondensasi, dll
▪ Pengukuran kadar air, suhu bola basah, bola kering, kelembaban, penggunaan cara psikrometris. ▪ Membedakan proses evaporasi, pengeringan, pengeringan mati, dan pengeringan beku.
▪ Memilih dan melakukan berbagai cara pengukuran kadar air (manual, secara oven, Brown-Duvel, mositure testers, dan lain-lain) yang tepat sesuai karakteris-tik bahan.
▪ Mengukur kelembaban dengan higrometer, suhu bola basah, bola kering dan menggunakan carta psikometris
▪ Menghitung kehilangan bobot sela-ma pengeringan dengan rumus, dengan melihat carta psikrometris
▪ Meramal kondensasi (titik embun) dengan carta psikrometris
B.2. Memilih cara dan peralatan untuk pengeringan ▪ Arti dan peran penting perlakuan sebelum pengeringan disebutkan dgn benar.
▪ Pembersihan dari kotoran, bagian rusak, benda asing, dll dilakukan dengan benar
▪ Hasil mengopek, mengepris (trimming), dan lain-lain, dilakukan dengan cara yang benar.
▪ Komoditas akan dikering-kan diseragamkan kondisi-nya dengan cara yang benar
▪ Pemberian perlakuan awal dilakukan dengan cara dan takaran yang benar
▪ Persiapan pengeringan, termasuk penentuan cara pengeringan yang dipilih, serta pengukuran kadar air awa dilakukan dengan cara yang benar ▪ Mengenal arti /peran perlakuan sebelum pengeringan, serta berbagai cara perlakuan sebelum pengeringan. ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertang-gung jawab ▪ Arti/peran perlakuan sebelum pengeringan.
▪ Pembersihan cara kering dan cara basah
▪ Pengopekan, pengeprisan, atau pembuangan bagian tak perlu
▪ Pengecilan ukuran (pemotongan, pengirisan, pencacahan, dll)
▪ Pencampuran
▪ Perlakuan awal
▪ Penyiapan tempat, peralatan dan tenaga penjemuran.
▪ Pertimbangan dan pemilihan penjemuran atau pengeringan buatan dengan segala konsekuensinya.
▪ Pengukuran kadar air awal ▪ Memilih cara pembersihan kering dan melaksanakannya sesuai dengan karak-teristik komoditas.
▪ Memilih cara pembersihan basah atau kering
▪ Memilih cara pengecilan ukuran dan pengadukan sesuai dgn sifat komoditas.
▪ Memberi perlakuan pra pengering-an.
▪ Menyiapkan dan menggunakan per-lengkapan untuk penjemuran.
▪ Melakukan persiapan penggunaan alat pengeringan buatan.
▪ Membedakan berbagai cara penje-muran dan pengeringan buatan.
▪ Mengukur kadar air awal dgn mositure tester
B.3. Melakukan pengeringan alami ▪ Berbagai cara pengeringan alami (penjemuran) disebutkan dengan benar
▪ Persiapan komoditas sebelum dijemur dilakukan dengan benar
▪ Penimbangan dan peng-ukuran kadar air komoditas sebelum dijemur dilakukan dengan benar
▪ Pemilihan dan persiapan tempat serta perlengkapan penjemuran komoditas dilakukan dengan benar.
▪ Pelaksanaan kegiatan dan perlakuan selama penje-muran dilaksanakan dengan benar
▪ Penentuan tingkat kekering-an, akhir penjemuran, pewadahan dan penimbangan dilakukan dengan benar
▪ Hasil perhitungan rendemen dan biaya operasi dilakukan dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai cara pengeringan alami, perlakuan sebelum. selama dan sesudah pengeringan alami, serta perhitungan hasil pengeringan alami. ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertanggung jawab ▪ Berbagai cara pengeringan alami, kelebihan dan kekurangannya serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengeringan alami.
▪ Prosedur dan cara penimbangan dan pengukuran kadar air komoditas
▪ Berbagai cara perlakuan awal terhadap bahan sebelum dikeringkan.
▪ Berbagai tindakan selama pengeringan alami (penebaran, penyebaran ketebalan lapisan, pembalikan, dll) dan pengaruhnya terhadap hasil dan laju pengering-an.
▪ Cara dan prosedur pengukuran/ pendugaan akhir dan tingkat kekeringan serta rendemen pengeringan.
▪ Berbagai cara pengumpulan, pewadahan, pemindahan dan pengamanan/ perlakuan pasca pengeringan.
▪ Cara perhitungan biaya pengering-an.
▪ Membedakan berbagai cara pengeringan alami (penjemuran, loteng, paga, genteng,dll).
▪ Memilih cara pengeringan alami sesuai dengan sifat komoditas yang dikeringkan.
▪ Melakukan perlakuan pendahuluan terhadap bahan sebelum dikeringkan, menimbang, mengukur kadar air.
▪ Memilih dan mempersiapkan tempat dan perlengkapan pengeringan alami.
▪ Melakukan kegiatan penebaran, penyebaran ketebalan, dan pembalikan bahan
▪ Menjaga kebersihan bebas kotoran, dll
▪ Mengukur tingkat kekeringan.
▪ Mengumpulkan, mewadahi, menimbang, menghitung rendemen, dll
▪ Menghitung biaya pengeringan.
B.4. Melakukan pengeringan buatan ▪ Berbagai cara pengeringan dan mesin pengering buatan disebutkan dengan benar
▪ Persiapan komoditas sebelum dikeringkan dilakukan dengan cara yang benar.
▪ Penimbangan dan pengukuran kadar air komoditi sebelum dikeringkan di-lakukan dengan cara yang benar.
▪ Pemilihan alat pengeringan buatan yang sesuai dengan karakteristik bahan serta persiapan perlengkapan pengeringan, perlengkapan alat pengeringan buatan di-lakukan dengan benar.
▪ Pengaturan suhu dan pe-laksanaan pengeringan dan kegiatan pengendalian proses dilakukan dengan benar.
▪ Penentuan tingkat kekeringan dan akhir pengeringan, pewadahan, penimbangan dilakukan dengan benar
▪ Hasil perhitungan rendemen dan biaya operasi dilakukan dengan cara yang benar. ▪ Mengenal berbagai teknik dan alat pengeringan buatan, perlakuan sebelum. selama dan sesudah pengeringan, serta perhitungan hasil pengeringan buatan ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertanggung jawab ▪ Bbg macam mesin pengering (dryers) dan cara pengeringan buatan, kelebihan dan kekurangannya serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengeringan buatan.
▪ Prosedur dan cara penimbangan dan pengukuran kadar air komoditas.
▪ Berbagai cara perlakuan pendahu-luan terhadap bahan sebelum dikeringkan.
▪ Penyiapan perlengkapan dan mesin pengering ( pengaturan suhu dll).
▪ Prosedur dan cara pemasukan komoditas dan perlakuan selama pengeringan (pengecekan, pencatatan, pengendalian) serta pengaruhnya terhadap hasil dan kinerja pengeringan.
▪ Cara dan prosedur pendugaan akhir dan tingkat kekeringan serta rendemen pengeringan
▪ Cara dan prosedur pengeluaran bahan, pewadahan, pengkondisian dan pengamanan hasil pengeringan.
▪ Perhitungan harga dan biaya pengeringan. ▪ Membedakan berbagai alat/mesin pengering buatan.
▪ Memilih alat/mesin pengering buatan sesuai dgn karakteristik bahan yang akan di keringkan.
▪ Melakukan perlakuan pendahuluan terhadap bahan sebelum dikeringkan (pengecilan ukuran, pember-sihan, dll), menimbang, mengukur kadar air.
▪ Melakukan persiapan perlengkapan pengeringan dan mesin pengering (penetapan suhu, dll).
▪ Memasukkan komoditas ke pengering dgn bobot tertentu untuk memperoleh ketebalan ideal
▪ Melngawasi, memeriksa, dan mengatur kinerja mesin dan kondisi komoditas saat pengeringan
▪ Mengecek kondisi komoditas dan memutuskan akhir pengeringan
▪ Mengkondisikan, menimbang, mengamankan hasil pengeringan.
▪ Menghitung rendemen dan biaya pengeringan
BIDANG KEAHLIAN : Agroindustri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
UNIT KOMPETENSI : Mencampur bahan pangan
KODE : C
JAM PEMBELAJARAN : 200 Jam

SUB KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
C.1. Menentukan cara mencampur dan jenis alat pencampur ▪ Berbagai produk hasil pencampuran disebutkan dengan benar
▪ Dasar-dasar proses percam-puran disebutkan dengan benar.
▪ Berbagai peralatan/ mesin pencampur disebutkan dengan benar
▪ Mutu hasil pencampuran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya disebutkan dengan benar. ▪ Mengenal prinsip, berbagai faktor yang mem-pengaruhi mutu hasil proses pencampuran, dasar-dasar proses, peralatan/mesin pen-campur, dan berbagai produk hasil pencampuran. ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertang-gung jawab ▪ Tujuan umum pencampuran
▪ Prinsip dasar pencampuran (bahan, kondisi proses, dan teknik)
▪ Produk hasil pencampuran
▪ Berbagai jenis alat/ mesin dan kegunaannya untuk proses pencampuran
▪ Berbagai metode, teknik, dan prosedur pencampuran.
▪ Karakteristik mutu produk hasil pencampuran
▪ Membedakan berbagai jenis produk pangan hasil proses pencampuran
▪ Membedakan sifat dan kondisi bahan yang akan dicampurkan (curai, non curai, kering, basah, semi basah, cairan, dsb)
▪ Memilih metode dan alat untuk pencampuran (blender, mixer, drum berputar, screw convenyor) sesuai dgn karakteristik bahan dan produk campuran yang dikehendaki.
▪ Membedakan mutu hasil pencampuran.
C.2. Mengukur faktor pada proses pencampuran ▪ Berbagai faktor internal yang berperan pada proses pencampuran disebutkan dengan benar.
▪ Pengaruh dan peran faktor kondisi operasi pada pencam-puran disebutkan dengan benar.
▪ Berbagai jenis pengaduk dan fungsinya disebutkan dengan benar. ▪ Mengenal faktor-faktor internal dan kondisi operasi pencampuran yang menentukan mutu hasil serta berbagai jenis pengaduk dan fungsinya. ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertanggung jawab ▪ Faktor internal bahan yang ber-peran thd mutu hasil pencampuran
▪ Pengaruh kondisi pencampuran terhadap mutu hasil pencampuran
▪ Jenis pengaduk yang berpengaruh terhadap hasil operasi pencampuran
▪ Mengukur dan menentukan kadar air bahan yang akan dicampurkan
▪ Membedakan pengaruh kadar air terhadap hasil pencampuran (kadar air rendah, sesuai dan tinggi)
▪ Membedakan pengaruh suhu operasi pencampuran terhadap produk yang dihasilkan (suhu rendah, sesuai, dan tinggi).
▪ Membedakan pengaruh jenis pengaduk terhadap lama pengadukan, konsumsi energi, mutu pengadukan dan mutu produk.
C.3. Melakukan pecampuran kering ▪ Berbagai cara dan alat pencampuran kering disebutkan dengan benar.
▪ Persiapan bahan dan takaran-nya dilakukan dengan benar.
▪ Faktor operasi yang berperan pada mutu dibedakan dengan benar
▪ Pemilihan alat/mesin dan pengoperasian pencampuiran dilakukan dengan benar.
▪ Hasil penilaian mutu hasil pencampuran dan perhitungan biaya operasi dilakukan dengan cara yang benar ▪ Mengenal berbagai teknik dan alat pencampuran kering, persiapan dan pelaksanaan operasi pencampur-an , karakteristik mutu dan serta perhitungan biaya hasil pencampuran. ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertanggung jawab ▪ Tujuan, prinsip, dan faktor yang berpengaruh pada pencampuran kering.
▪ Berbagai jenis alat untuk proses pencampuran kering (drum berputar, mixer, screw con-veyor)
▪ Teknik/prosedur pencampuran yang tepat komoditi yang diolah.
▪ Keselamatan dan kesehatan kerja proses percampuran kering
▪ Cara perhitungan biaya pencampur-an kering. ▪ Membedakan berbagai alat/mesin pencampuran kering.
▪ Memilih metode dan alat/mesin pencampur kering sesuai dgn karak-teristik bahan dan produk campuran.
▪ Membuat satu formula untuk produk campuran (bumbu kering, tepung serealia dll).
▪ Melakukan persiapan bahan, per-alatan dan melaksanakan pencampuran.
▪ Membedakan mutu hasil pencampuran
▪ Menghitung biaya pencampuran
C.4. Melakukan pencampuran semibasah/basah
▪ Berbagai cara dan alat pencampuran basah/semi basah disebutkan dengan benar
▪ Persiapan komposisi bahan, dan takaran dilakukan/ ditentukan dengan benar
▪ Faktor-faktor operasi yang mempengaruhi mutu hasil pencampuran basah/ semi basah disebutkan dengan benar
▪ Pemilihan peralatan dan cara pencampuran sesuai prosedur
▪ Hasil penilaian mutu hasil pencampuran dan perhitungan biaya operasi dilakukan dengan benar. ▪ Mengenal berbagai teknik dan alat pencampuran basah/semi basah, persiapan dan pelaksanaan operasi pencampuran , karak-teristik mutu dan serta perhitungan biaya hasil pencampuran basah/ semi basah. ▪ Kritis, bergairah, cekatan, tertib dan rajin serta bertang-gung jawab ▪ Tujuan, prinsip dan faktor yang berpengaruh pada pencampuran basah/ semi basah.
▪ Berbagai jenis alat untuk proses pencampuran basah (drum berputar, mixer, homogenizer)
▪ Teknik/prosedur pencampuran sesuai dgn alat yang digunakan dan sesuai dgn bentuk campuran yang diolah (adonan, larutan, suspensi)
▪ Keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pencampuran basah
▪ Cara perhitungan biaya pencampur-an basah/semi basah. ▪ Membedakan alat/mesin pencampuran basah/semi basah.
▪ Memilih cara, alat pencampur basah/ semi basah sesuai dgn sifat bahan dan produk campuran.
▪ Membuat satu formula untuk adonan dan minuman (sirup).
▪ Menyiapkan bahan, peralatan pen-campur basah/semi basah dan melakukan operasi pencampuran
▪ Membedakan mutu hasil pencam-puran basah/semi basah.
▪ Mengenal sanitasi ruang/lat dan keselamatan kerja.
▪ Menghitung biaya pencampuran basah.

BIDANG KEAHLIAN : Agroindustri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
UNIT KOMPETENSI : Mengemas
KODE : D
JAM PEMBELAJARAN : 150 Jam

SUB KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1 2 3 4 5 6
D.1. Memilah berbagai jenis bahan dan peralatan kemasan ▪ Memahami peranan pengemas-an
▪ Membedakan bahan kemasan
▪ Membedakan peralatan dan mesin pengemas
▪ Memilih/ menentukan teknologi pengemasan
▪ Melakukan desain grafis kemas-an
▪ Menentukan kebutuhan pengemasan yang sesuai dengan sifat/ karakter produk dan memperhatikan aspek ekonomi ▪ Mencakup sejarah singkat, berbagai jenis, kemasan, bahan kemasan, dan perlatan perngemasan ▪ Tanggap, serius, rajin, kreatif, dan penuh inisiatif ▪ Sejarah,dan tujuan pengemasan
▪ Pengemasan tradisional dan modern
▪ Kemasan primer, sekunder dan tersier
▪ Jenis dan sifat dasar bahan kemasan
▪ Peralatan dan mesin pengemas
▪ Teknik pengemasan konven-sional dan modern
▪ Aplikasi berbagai teknik pengemasan
▪ Dasar dan aplikasi desain grafis
▪ Pengetahuan dasar ekonomi kemasan ▪ Membandingkan produk tak dikemas dan yang dikemas
▪ Membedakan kemasan primer, sekunder dan tersier
▪ Membedakan kemasan tradisional dan modern
▪ Membandingkan bahan kemasan atas dasar sifat fisis, mekanis, kimiawi, dll
▪ Memilih bahan kemasan sesuai dgn karakteristik produk
▪ Menggunakan alat dan mengope-rasikan mesin pengemas
▪ Menduga/menentukan harga bahan, peralatan pengemas

▪ ▪ ▪ ▪ ▪ Menentukan kesesuaian antara pengemasan dengan produk yang dikemas
▪ Mendesain grafis untuk berbagai jenis kemasan, bahan kemasan dan produk yang akan dikemas
▪ Menentukan kelebihan dan kekurangan berbagai desain kemasan
▪ Menganalisa biaya yang diperlu-kan bagi jenis bahan, peralatan dan teknologi pengemas terpilih
D.2. Memilih bahan dan cara mengemas secara manual ▪ Memilih komoditas/ produk berdasarkan kesamaan jenis, sifat fisis-mekanis dan kimiawi
▪ Membersihkan dan mempersiapkan komoditas/ produk untuk dikemas
▪ Menyiapkan bahan kemasan
▪ Menyiapkan peralatan/ mesin pengemas jika perlu
▪ Mencakup sejarah singkat, berbagai jenis, kemasan, bahan kemasan, dan perlatan perngemasan ▪ Tanggap, serius, rajin, kreatif, dan penuh inisiatif ▪ Jenis, bentuk, ukuran dan sifat fisis-mekanis lain, sifat kimiawi komoditas/ produk akan dikemas
▪ Kebersihan, keseragaman dan kebagusan komoditas/ produk
▪ Pengadaan dan pen-yiapan bahan kemasan, label, dll
▪ Penyiapan peralatan/mesin pengemas, juga bahan bakar jika perlu ▪ Memilah dan memilih komoditas/ produk dasar kesamaan jenis, bentuk, ukuran dan sifat fisis-mekanis lain serta sifat kimiawinya
▪ Membersihkan, membuat ukuran/ volume dan menempatkan komoditas/produk di tempat pengemasan
▪ Menyiapkan bahan kemasan dan lainnya dgn jumlah yang cukup
▪ Menyiapkan peralatan/mesin pengemas jika diperlukan
D.3. Memilih bahan dan cara mengemas secara masinal ▪ Membuat kantong dari kertas biasa (bekas) dan kertas kraft, berbagai kotak dari karton (manila, gelombang), beberapa peti dari kayu, dll
▪ Mengemas dengan klobot, daun/pelepah pisang, kertas minyak, plastik penutup (elastis), dengan plastik beraerasi/ jala untuk komoditas segar/ setengah kering, kantong plastik untuk berbagai komoditas/produk, aluminum foil untuk produk peka oksidasi/ kelembaban, kotak karton gelom-bang untuk berbagai komoditas/produk, membotol-kan berbagai produk cair/berair
▪ Mengecek/menguji mutu hasil pengemasan dan kegiatan lebih lanjut
▪ Memperkirakan biaya pengemasan ▪ Mencakup sejarah singkat, berbagai jenis, kemasan, bahan kemasan, dan perlatan perngemasan ▪ Tanggap, serius, rajin, kreatif, dan penuh inisiatif ▪ Alur proses pembuatan kantong, kotak dan peti
▪ Penyiapan bahan ke-masan dan komoditas yang akan dikemas
▪ Pengemasan tradisional manual
▪ Pengemasan modern manual
▪ Uji mutu hasil pengemasan
▪ Penandaan/ pelabelan
▪ Biaya pengemasan ▪ Menyiapkan bahan kemasan, bahan lain dan peralatan untuk membuat kantong, kotak, peti
▪ Pilhan mengemas manual menggunakan: klobot jagung, pelepah pisang kering, bambu/ anyaman bambu, kertas minyak, plastik penutup, plastik (kantong), plastik berarasi, aluminum foil, kotak karton gelombang, pembotol-an, peti, dsb.
▪ Uji mutu hasil pengemasan ter-hadap kemasan maupun komoditas/produk yang dikemas
▪ Memberi tanda atau label
▪ Menghitung biaya pengemasan per unit kemasan
D.4. Membuat desain grafis pada berbagai jenis kemasan ▪ Menyiapkan produk yang akan dikemas
▪ Menysiapkan bahan kemasan, dll
▪ Menyiapkan peralatan/mesin pengemas dan bahan terkait jika perlu
▪ Melakukan pengemasan secara manual
▪ Mengecek/menguji mutu hasil pengemasan dan kegiatan lebih lanjut
▪ Memperkirakan biaya pengemasan ▪ Mencakup sejarah singkat, berbagai jenis, kemasan, bahan kemasan, dan perlatan perngemasan ▪ Tanggap, serius, rajin, kreatif, dan penuh inisiatif ▪ Alur proses pengemasan masinal
▪ Kebutuhan bahan kemasan
▪ Peralatan/mesin pengemas, spesifi-kasi, kelebihan dan kekurangan
▪ Proses pengemasan secara masinal
▪ Pengecekan dan uji hasil pengemasan
▪ Biaya pengemasn ▪ Menyiapkan produk akan dikemas
▪ Menyiapkan jenis dan jumlah bahan kemasan sesuai dengan jenis, jumlah, spesifikasi produk dan sesuai dengan desain/unit kemasan
▪ Menentukan dan menyiapkan per-alatan/mesin pengemas sesuai dengan jenis dan spesifikasi komoditas dan kemasan
▪ Memantau dan mengendali-kan proses pengemasn
▪ Mengecek dan menguji hasil pengemasan
▪ Menghitung biaya pengemas-an

BIDANG KEAHLIAN : Agroindustri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
UNIT KOMPETENSI : Menyimpan dan menggudangkan
KODE : E
JAM PEMBELAJARAN : 250 Jam

SUB KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
E.1. Membedakan dan mengukur faktor lingkungan fisis ▪ Memahami peran penyimpanan/pergudangan
▪ Mengenal berbagai jenis penyimpanan
▪ Mengenal berbagai faktor fisis berpengaruh pada penyim-panan (udara, gas, suhu, kelembaban, tekanan uap, dll)
▪ Mengukur faktor lingkungan fisis (suhu bola basah, suhu bola kering, kelembaban, titik embun, dll)
▪ Menggunakan cara psikrometris menentukan kelem-baban, kandungan air, titik embun, tekanan uap, dll
▪ Mengetahui bahan isolator untuk penyimpaan dingin ▪ Mencakup faktor fisis dan biotis yang berperan, berbagai hama gudang, cara pengendaliannya, menyimpan tradisional dan modern ▪ Berminat, bermotivasi, rajin, teliti, dan kerja keras ▪ Arti dan peran penyimpanan dan pergudangan untuk pengamanan, keajegan pasok, persediaan bahan, stok pangan, dll.
▪ Berbagai penyimpanan (alami, dingin, beku, atmosfir termodifi-kasi, atmosfir terkendali)
▪ Lingkugan fisis, suhu (bola basah, bola kering, kelembaban, strata kelembaban dan suhu, kandungan dan tekanan uap, beda tekanan uap, titik embun, dll)
▪ Higrometer, psikrometer putar, carta psikrometris, dll.
▪ Berbagai bahan isolator dan konduktivitasnya ▪ Mengenal berbagai jenis penyimpanan (biasa/alami, atis, dingin beku, atmosfir modifikasi, atmosfir terkendali) dan jenis komoditas/ produk yang disimpan
▪ Mengukur suhu (bola basah, bola kering) di dlm dan di luar ruangan dgn termometer dan psikrometer putar
▪ Menggunakan/operasikan higro-meter, psikrometer putar, velometer, barometer, dll
▪ Menggunakan carta psikrometris atau tabel untuk menentukan kelembaban udara, kandungan air, tekanan uap beda tekanan uap, titik embun, kondesasi dan penguapan
▪ Menghitung konduktivitas kalor beberapa bahan dinding/ isolator
E.2. Membedakan berbagai jenis dan mengendalikan faktor lingkungan biotis ▪ Mengenal jenis dan biologi serangga dan tungau gudang dan dampak yang dapat ditimbulkan
▪ Mengenal jenis dan pertumbuhan cendawan gudang dan dampak yang dapat ditimbul-kan
▪ Mengenal jenis tikus gudang dan dampak yang dapat ditimbulkan
▪ Memahami hubungan lingkungan fisis dan lingkungan biotis ▪ Mencakup faktor fisis dan biotis yang berperan, berbagai hama gudang, cara pengen-daliannya, menyimpan tradisional dan modern ▪ Berminat, bermotivasi, rajin, teliti, dan kerja keras ▪ Jenis dan biologi serangga/ tungau gudang
▪ Jenis dan pertumbuhan cendawan
▪ Mikotoksin
▪ Jenis dan kehidupan tikus gudang
▪ Hubungan faktor lingkungan fisis dan lingkungan biotis ▪ Mengenali/ mengetahui beberapa jenis dan penggolongan serangga gudang (famili, pemakan dalam, pemakan luar, primer, sekunder, tersier, metamorfosis sempurna/tak sempurna), morfologi, perkembangbiakan, perusakan, dll.
▪ Mengenali/mengetahui jenis, kondisi lingkungan tungau, dll.
▪ Mengetahui beberapa jenis, pertum-buhan dan kerusakan disebabkan cendawan gudang
▪ Memahami racun (mikotoksin) yang dikeluarkan beberapa cendawan
▪ Memahami kondisi lingkungan fisis (suhu, kelembaban) terhadap per-kembangbiakan serangga, tungau dan cendawan
▪ Mengenal jenis dan biologi tikus gudang
E.3. Menyimpan komoditas secara tradisional ▪ Menyimpan jagung klobot, kacang berpolong di paga/ dapur
▪ Menyimpan jagung biji, gabah, gaplek pada tumbu, lumbung.
▪ Menyimpan umbi segar dalam tanah ▪ Mencakup faktor fisis dan biotis yang ber-peran, berbagai hama gudang, cara pengendaliannya, menyimpan tradisional dan modern ▪ Berminat, bermotivasi, rajin, teliti, dan kerja keras ▪ Berbagai jenis wadah/ tempat penyimpanan tradisional
▪ Berbagai cara penyimpanan tradisional ▪ Menyiapkan bijian akan disimpan (keringkan, bersihkan)
▪ Menyimpan jagung klobot, kacang tanah polong, dsj di atas perapian/ dapur
▪ Menyimpan di tumbu dan di lumbung
▪ Menyiapkan tempat dan bahan menyimpan di tempat tertutup dan dengan gamping
▪ Mempersiapkan tempat, menyimpan umbi di dalam tanah dan mengevaluasi hasilnya
E.4. Menyimpan komoditas di gudang ▪ Membersihkan, mengeringkan, mengepak komoditas sebelum disimpan
▪ Menghitung kebutuhan ruang
▪ Menyebutkan persyaratan gudang
▪ Memasukkan, menata/ menumpuk dan menadai komoditas dlm gudang
▪ Memantau/mengendalikan hama ▪ Mencakup faktor fisis dan biotis yang ber-peran, berbagai hama gudang, cara pengendaliannya, menyimpan tradisional dan modern ▪ Berminat, bermotivasi, rajin, teliti, dan kerja keras ▪ Perlakuan prasimpan
▪ Volume ruang, densitas rowa dan berwadah berbagai komoditas, efektivitas ruang, dll
▪ Persyaratan gudang penyimpanan
▪ Berbagai bentuk gudang
▪ Administrasi gudang komersial
▪ Pengendalian hama gudang ▪ Bersihkan/keringkan
▪ Menghitung ruang penyimpan
▪ Mengamati berbagai jenis dan desain gudang
▪ Mempelajari administrasi
▪ Mengendalikan hama gudang
E.5. Memantau dan mengendalikan hama gudang ▪ Membedakan tanda-tanda serangan hama gudang (tikus, serangga, dll)
▪ Memperkirakan tingkat serangan
▪ Melakukan pencegahan serangan tikus (proofing), serangga, cendawan dan tungau
▪ Melakukan pemberantasan tikus secara fisis-mekanis
▪ Melakukan pemberantasan hama gudang secara kimiawi
▪ Melakukan pemberantasan secara biologis ▪ Mencakup faktor fisis dan biotis yang berperan, berbagai hama gudang, cara pengen-daliannya, menyimpan tradisional dan modern ▪ Berminat, bermotivasi, rajin, teliti, dan kerja keras ▪ Pencegahan serangan hama gudang (kebersihan, pengkalisan, pengendalian kondisi gudang, dll)
▪ Pengendalian hama gudang nir-kimiawi
▪ Berbagai jenis pestisida (alami, buatan, racun kontak, pernapas-an, pencernaan), bentuk (bubuk, pekatan, emulsi, butiran, dll), bahan aktif, konsentrasi, formulasi, dosis, penggunaan, resistensi, persistensi.
▪ Prosedur baku penggunaan pestisida
▪ Berbagai cara aplikasi pemberantasan (pengolesan, penyemprot-an, pengumpanan, fumigasi)
▪ Berbagai penyemprot (Sprayers)
▪ Pengendalian hama gudang secara kimiawi ▪ Membuat sketsa berbagai kemungkinan tikus masuk gudang, tempat tikus bersarang di gudang dan membuat rencana pengkalisan tikus
▪ Memahami beberapa cara pencegahan serangan hama serangga ke gudang (kasa, lampu kuning)
▪ Memahami cara pencegahan serang-an cendawan/tungau
▪ Memerangkap tikus dengan perangkap jepret dan kurung
▪ Membedakan beberapa jenis dan formulasi pestisida bubuk, LD50, persistensi, resistensi, a.i. dll.
▪ Mengusir tikus dengan ultrasonik
▪ Membuat formulasi dan mengukur dosis pestisida
▪ Memahami prosedur/cara penyem-protan
▪ Mempersiapkan, melakukan penyemprotan dan kegiatan pasca penyemprotan
E.6. Menyimpan dingin/beku ▪ Memahami peran, macam dan faktor berperan pada penyimpanan dingin
▪ Mempersiapkan komoditas sebelum disimpan
▪ Mempersiapkan tempat dan mesin pendingin
▪ Memasukkan komoditas ke ruang pendingin
▪ Menjaga kondisi suhu/ kelembaban optimal untuk komoditas bersangkutan ▪ Mencakup faktor fisis dan biotis yang ber-peran, berbagai hama gudang, cara pengendaliannya, menyimpan tradisional dan modern ▪ Berminat, bermotivasi, rajin, teliti, dan kerja keras ▪ Peran dan beberapa macam penyimpanan dingin
▪ Faktor berperan pada penyim-panan dingin
▪ Beban kalor pra-pendinginan, akibat perembesan, dll.
▪ Kapasitas ruang
▪ Penyimpanan dingin buah, bakso, telur, ikan dan daging,
▪ Analisis finansial ▪ Memperhatikan beberapa macam penyimpanan dingin
▪ Memahami berbagai faktor berperan pada penyimpanan dingin (jenis dan jmlh komoditas, jenis dan tebal isolator, kap mesin)
▪ Melakukan prapendinginan dengan ice-topping, hydro-cooling dan hitung beban kalornya
▪ Memasukkan, menata dan me-nyimpan buah, telur, ikan. dll
▪ Mengendalikan tingkat suhu optimal

BIDANG KEAHLIAN : Agroindustri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
UNIT KOMPETENSI : Mengecilkan ukuran
KODE : F
JAM PEMBELAJARAN : 250 Jam

SUB KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
F.1. Mengidentifikasi produk dan peralatan pengecilan ukuran ▪ Tujuan, prinsip dasar dan kriteria pengecilan ukuran disebutkan dengan benar
▪ Berbagai faktor berperan pada pengecilan ukuran dijelas-kan dengan benar
▪ Berbagai jenis produk pengecilan ukuran dijelaskan dengan benar ▪ Menjelaskan tentang tujuan, prinsip dasar pengecilan ukuran, berbagai faktor yang berperan dalam pengecilan ukuran serta berbagai jenis teknik pengecilan ukuran ▪ Sikap bertanggung jawab, bersemangat dan tertib serta ter-atur dalam operasi pengecilan ukuran ▪ Tujuan, prinsip dasar dan kriteria pengecilan ukuran
▪ Faktor berpengaruh pada proses pengecilan ukuran
▪ Berbagai jenis alat/mesin pengcil ukuran

▪ Memahami tujuan, prinsip dasar, dan kriteria pengecilan ukuran
▪ Memilah/ mencirikan berbagai jenis alat/mesin pengecil ukuran
▪ Mengcilkan ukuran dengan berbagai alat/mesin berbagai jenis komoditas
F.2. Mengiris dan memotong ▪ Maksud dan manfaat dan faktor yang berperan pada proses pemotongan diurai-kan dengan jelas
▪ Berbagai alat potong dan kegunaannya di berbagai komoditas pertanian di-sebutkan dengan benar
▪ Berbagai cara pemotongan dengan berbagai alat potong untuk beberapa bahan didemonstrasikan dengan benar
▪ Perawatan beberapa alat potong didemonstrasikan ▪ Menerangkan tentang proses pemotongan yang dimulai dari alasan operasi pemotongan, berbagai alat potong, cara pemotongan serta perawatan beberapa alat potong dan perhatian terhadap keselamatan kerja ▪ Sikap bertanggung-jawab, bersemangat dan tertib serta teratur dalam operasi pemotongan termasuk berhati-hati dalam menggunakan alat pemotong ▪ Tujuan, peran dan faktor berperan pada pemotongan
▪ Berbagai alat/ mesin potong dan komoditas terkait
▪ Berbagai cara pemotongan berbagai komoditas pertanian
▪ Perawatan alat/mesin pemotong ▪ Membedakan berbagai jenis alat pemroses pemotongan
▪ Melakukan proses pemotongan yang tepat dengan berbagai jenis alat pemotong pd berbagai jenis komoditas (sayuran, buah, daging, ikan, dll)
▪ Memotong dengan berbagai ketajaman alat pemotong, jenis dan dan bahan pemotong ( stainless steel).
▪ Melakukan berbagai bentuk pemotongan untuk berbagai produk yang diinginkan
▪ Memotong berbagai komoditas hewani dan nabati
F.3. Memarut ▪ Tujuan, prinsip, kriteria pemarutan dijelaskan dengan baik
▪ Berbagai jenis alat pemarut-an disebutkan dengan benar
▪ Teknik dan prosedur pemarutan beberapa komoditi didemonstrasikan dengan benar
▪ Faktor-faktor yang ber-pengaruh pada pemarutan dijelaskan dengan benar
▪ Keselamatan dan kesehatan kerja dipertimbangkan dengan tepat ▪ Menerangkan tentang proses pemarutan yang dimulai dari alasan operasi pemarutan, berbagai alat parut, berbagai cara pemarutan serta perawatan beberapa alat parut dan perhatian terhadap keselamatan kerja ▪ Sikap bertanggung jawab, bersemangat dan tertib serta teratur dalam operasi pemarutan ▪ Tujuan pemarutan
▪ Prinsip dasar pemarutan
▪ Kriteria pemarutan
▪ Berbagai jenis alat untuk proses pemarutan (pemarut manual dan elektrik)
▪ Teknik dan prosedur pemarutan sesuai dengan alat yang digunakan, dan sesuai dengan komoditi yang diolah
▪ Faktor-faktor yang ber-pengaruh pada proses pema-rutan
▪ Keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pemarutan ▪ Membedakan hasil parutan baik produk jadi ataupun setengah jadi
▪ Membedakan bahan untuk diparut
▪ Memilih dan mengklasifikasikan bahan yang baik diparut
▪ Mengenal berbagai jenis alat untuk proses pemarutan
▪ Melakukan operasi pemarutan meng-gunakan berbagai alat pemarut dan untuk berbagai bahan yang diparut
▪ Mendemostrasikan faktor berperan proses pemarutan seperti pengaruh jenis parutan, operasi parutan (manual atau elektrik, dll).
▪ Melakukan pemarutan dengan memperhatikan tempat penampungan hasil parutan, pelindung tangan,dll.
F.4. Menggiling dan menghancurkan mendapat lembaran/bubuk ▪ Tujuan, prinsip, dan kriteria penggiling disebut dengan benar
▪ Berbagai jenis alat penggiling disebutkan dengan benar
▪ Teknik dan prosedur peng-gilingan/penghancuran dilatihkan dengan benar
▪ Faktor yang berperan disebutkan dengan benar
▪ Keselamatan/kesehatan kerja dipertimbangkan dengan benar ▪ Menerangkan tentang proses penghancuran yang dimulai dari alasan operasi peng-hancuran, berbagai alat penghancur, berbagai cara penghancur serta perawatan beberapa alat penghancur dan perhatian terhadap keselamatan kerja ▪ Sikap bertanggung-jawab, bersemangat dan tertib serta teratur pada operasi penggilingan/ penghanuran ▪ Tujuan dan prinsip dasar penghancuran
▪ Kriteria penghancuran
▪ Berbagai jenis alat untuk proses penggilingan/ penghancuran (lumpang, blender, hammer mill)
▪ Teknik dan prosedur peng-hancuran sesuai dengan alat yang digunakan dan sesuai dengan komoditas diolah (serealia, umbi, daging, dll)
▪ Faktor berperan pada penghancuran
▪ Keselamatan dan ke sehatan kerja pada proses penghan-curan ▪ Membedakan berbagai produk gilingan/ hancuran.
▪ Membandingkan penggiling/ penghancur
▪ Mengklasifikasikan bahan baku untuk dihancurkan
▪ Memberi perlakuan awal penghancuran (pemotongan, pengirisan, langsung tanpa perlakuan awal).
▪ Membedakan berbagai jenis alat penghancuran
▪ Melakuan penghancuran menggunakan bbg alat penghancur dan berbagai komoditas
▪ Membedakan pengaruh perlakuan awal, waktu, ukuran bahan, dll.
▪ Menggunakan pelindung tangan, pelindung bahan dan penanganan produk demi kesehatan dan keselamatan kerja
BIDANG KEAHLIAN : Agroindudtri
PROGRAM KEAHLIAN : Agroindustri Pangan
UNIT KOMPETENSI : Mengawetkan pangan
KODE : G
JAM PEMBELAJARAN : 300 Jam

SUB KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
G.1. Menentukan cara penggaraman dan jenis komoditas ▪ Peran penggaraman, garam sebagai pengawet dan kadar efektifnya disebut dengan benar
▪ Berbagai komoditas dapat diproses dengan penggaraman diidentifikasi dengan benar
▪ Beberapa teknik/presedur umum penggaraman dibedakan dengan benar ▪ Mencakup peran, prinsip dasar dan komoditas untuk proses penggaraman ▪ Bergairah, bermotivasi, rasa ingin tahu dan kreatif mempelajari materi dan rajin berlatih keterampilan terkait ▪ Peran penggaraman
▪ Garam dan proses pengawetan
▪ Berbagai komoditas untuk penggaraman
▪ Berbagai faktor berpengaruh pada penggaraman
▪ Berbagai cara penggaraman

▪ Memilih jenis dan rupa garam
▪ Membedakan beberapa komoditas dapat diproses dengan penggraman
▪ Membuat beberapa konsentrasi garam
▪ Membedakan dampak berbagai konsentrasi garam terhadap mutu produk asin
G.2. Membuat produk asinan atau pickles. sayuran ▪ Proses membuat pickles dari beberapa jenis sayuran di-jelaskan dengan benar
▪ Persiapan komoditas untuk penggaraman ditunjukkan dengan benar
▪ Penimbangan dan penyiapan garam untuk penggaraman dilakukan dengan benar
▪ Persiapan sarana untuk penggaraman sesuai petunjuk
▪ Perhitungan finansial di-jalankan dengan benar ▪ Mencakup berbagai aspek terkait dengan pembuatan pickles (acar) dan sayur asin ▪ Bergairah, bermotivasi, rasa ingin tahu dan kreatif mempelajari materi dan rajin berlatih keterampilan terkait ▪ Perlakuan penyiapan komoditas sebelum penggaraman
▪ Penyiapan garam dan perlengkapan untuk penggaraman
▪ Langkah proses penggaraman
▪ Perhitungan finansial ▪ Membersihkan, menimbang dan mempersiapkan komoditas segar untuk pembuatan pickels cara basah dan cara kering untuk membuat tong cai
▪ Memilih dan menimbang garam dan bahan lain untuk penggaraman sesuai dgn jenis dan jumlah komoditas serta cara penggaraman
▪ Membuat larutan garam dengan konsentrasi tertentu jika digunakan bentuk larutan (cara basah)
▪ Menata komoditas dan periksa kadar garam (proses basah
▪ Melayukan/menjemur dan melumuri garam lalu menjemur (cara kering)
▪ Meramu dengan bumbu dan mengemasnya
▪ Menghitung modal/ biaya pembuatan produk asinan
G.3. Membuat produk telur asin ▪ Perlengkapan dan bahan untuk penggaraman telur di-jelaskan dengan benar
▪ Pemilihan, pembersihan dan penimbangan telur bebek yang bagus dilakukan dengan benar
▪ Pemilihan dan penimbangan bahan-bahan untuk membuat media asin dilakukan dengan benar
▪ Penggaraman dan perhitung-an ekonomis dilakukan dengan benar
▪ Segi finansial diperhitungkan dengan benar ▪ Mencakup semua hal menyangkut proses pembuatan telur asin ▪ Bergairah, bermotivasi, rasa ingin tahu dan kreatif mempelajari materi dan rajin berlatih keterampilan terkait ▪ Berbagai perlengapan dan bahan pembuatan telur asin
▪ Pemilihan dan penyiapan telur untuk pengasinan
▪ Langkah proses penggaraman
▪ Perhitungan finansial ▪ Menyiapkan perlengkapan dan bahan untuk media dan garam proses penggaraman
▪ Membuat media pengasin (campuran garam, air dan media pasir, tanah liat)
▪ Memilih, membersihkan, menimbang dan menyiapkan telur bebek yang bagus/masih segar untuk diasinkan
▪ Melumursi telur dengan media pengasin dan membiarkan sampai derajad keasinan yang diinginkan tercapai
▪ Mengemas hasil penggaraman
▪ Menghitung biaya pembuatan telur asin
G.4. Membuat produk ikan asin ▪ Bbg cara menghasilkan ber-bagai ikan asin dan faktor mutu produk dijelaskan dengan benar
▪ Perlengkapan dan bahan penggaraman diramu dengan benar
▪ Pemilihan, pembersihan dan penimbangan ikan akan di-asinkan dilakukan dengan benar
▪ Proses penggaraman sampai hasil akhir dilakukan dengan benar
▪ Finansial diperhitungkan dengan benar ▪ Mencakup semua aspek proses pembuatan ikan asin ▪ Bergairah, bermotivasi, rasa ingin tahu dan kreatif mempelajari materi dan rajin berlatih keterampilan terkait ▪ Berbagai cara pembuatan ber-bagai jenis ikan asin
▪ Berbagai faktor berperan pada mutu produk ikan asin
▪ Berbagai perlengkapan dan bahan pembuatan ikan asin
▪ Pemilihan dan penyiapan ikan untuk pengasinan
▪ Langkah proses penggaraman
▪ Perhitungan finansial ▪ Menyiapkan perlengkapan dan bahan penggaraman sesuai dengan jenis dan jumlah ikan akan dihasilkan
▪ Memilih, membersihkan, menimbang ikan kecil (teri) dan membelah untuk ikan besar
▪ Membuat teri Medan, teri asin atau ikan kecil lainnya, ikan asin belah, jambal roti, dll
▪ Menghitung modal/ biaya pembuatan ikan asin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s