SPM 1

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………….

I. KONSEP DASAR …………………………………………………………………………………..

II. PENGEMBANGAN PROGRAM PBM
A. PENYESUAIAN KURIKULUM ……………………………………………………………
B. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI …………………………………………….

III. PERANCANGAN PEMBELAJARAN
A. PROGRAM PEMBELAJARAN 3 TAHUN ………………………………………………
B. PROGRAM PEMBELAJARAN PER TAHUN ………………………………………….
C. PROGRAM PEMBELAJARAN SETIAP KOMPETENSI …………………………….

IV. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SISWA
A. PENYUSUNAN PROGRAM PEMBELAJARAN SISWA …………………………….
B. PELAKSANAAN KEGIATAN PRODUKSI ……………………………………………..
C. JURNAL KEGIATAN PEMBELAJARAN ……………………………………………….
D. PENYUSUNAN PORTFOLIO PEMBELAJARAN …………………………………….
E. PENGADAAN NARA SUMBER DARI LUAR …………………………………………
F. KEGIATAN EKSTRA KURIKULER ……………………………………………………..

V. EVALUASI PBM
A. EvALUASI FORNATIF …………………………………………………………………….
B. EVALUASI KOMPETENSI ………………………………………………………………..
C. EVALUASI EKSIT …………………………………………………………………………..
D. EVALUASI AKHIR PENDIDIKAN ………………………………………………………
I. KONSEP DASAR

Penyelenggaraan pendidikan pada SMK dilandasi oleh prinsip “keterkaitan dan kesepadanan” yang berorientasi mutu dan relevansi dengan kebutuhan untuk bekerja secara mandiri atau mengisi lowongan kerja di industri. Oleh karena itu pelaksanaan pendidikan dan latihan tidak bisa ditangani sendiri oleh sekolah, tetapi harus melibatkan dunia kerja, khususnya dunia usaha dan industri, termasuk organisasi-organisasi yang ada di dunia usaha dan asosiasi keahlian/profesi. Kegiatan Pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan CBT, life skill, BBC, dan Production Based training (PBT).

Pelaksanaan pendidikan ini dilaksanakan dalam bentuk/model kegiatan produksi / Production Based Training (PBT) yang dikenal dengan istilah Pendidikan Berbasis Produksi melalui program unggulan yang sesuai dengan keibutuh daerah setempat. Pengembangan program ini dirumuskan bersama-sama antara pihak sekolah, Komite Sekolah dan pihak institusi pasangan. Penyelenggaraan pembelajaran harus dapat mengakomodasikan ketentuan-ketentuan dan karakter dari pekerjaan yang terjadi didunia kerja.

II. PENGEMBANGAN PROGRAM

Program pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada produk unggulan daerah, dan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki lapangan kerja dan mandiri. Dalam implementasinya, apabila program unggulan yang ada di sekolah hanya membutuhkan sebagian dari daftar kompetensi yang ada dalam kurikulum nasional, maka sekolah wajib menyelenggarakan pembelajaran seluruh kompetensi yang termuat dalam kurikulum nasional, tetapi bila program unggulan yang ada di sekolah membutuhkan jenis kompetensi yang lebih banyak dari kurikulum nasional, maka sekolah dapat menambahkannya.

A. PENYESUAIAN KURIKULUM

1. Pengertian

Penyesuaian kurikulum menjadi program unggulan di sekolah dapat dilakukan dengan menambahkan (ke kurikulum nasional) kriteria unjuk kerja (KUK) pada masing-masing sub kompetensi, penambahan sub kompetensi dan KUK pada masing-masing kompetensi, dan penambahan kompetensi dan sub kompetensi dan KUK nya.

2. Tujuan

Penyesuaian kurikulum bertujuan agar kompetensi yang diajarkan di sekolah sessuai denga kebutuhan daerah. ALur proses penyesuaian dapat dilihat pada diagram 1 berikut.
Diagram 1. Alur proses penyesuaian kurikulum

Alur Proses Deskripsi Penanggung jawab Unsur-unsur yang terlibat Rencana Realisasi Dokumen yang dihasilkan

Pemahaman
dokumen
• Kur Nas
• SKN Menelaah
• Isi
• Strategi Penyelenggaraan Kur.Nas & SKN WaKasek Kurikulum Ka.Program Keahlian, Guru, Industri/DU-DI • Kesimpulan hasil penelaahan
• GBPP
• Strategi Pembelajaran
• SKN

Penetapan program unggulan

Penetapan program unggulan berdasarkan potensi wilayah dibidang pertanian (Pertumbuhan ekonomi, Peta jenis usaha/ industri, Rencana umum tata ruang, Peta persekolahan, animo masyarakat) Kepala sekolah Wakasek, Kur, Ka. Program, Guru, Pemda, Industri Program unggulan

Inventarisasi Kompetensi
Program Unggulan

Menginventarisasi kompetensi-kompetensi unggulan berdasarkan tugas/ pekerjaan di DU/DI setempat yang dapat ditangani lulusan SMK Ka. Program Guru, Industri/ DU-DI Kompetensi-kompetensi program unggulan
Menyusun kurikulum (GBPP) berdasarkan hasil inventarisasi kebutuhan kompetensi Wakasek Kur Ka.Program, Guru Draf kurikulum program unggulan
Mengecek kesesuaian kurikulum program unggulan dengan kebutuhan industri lokal Wakasek
Asosiasi/Industri Kurikulum program unggulan

Penyusunan Kurikulum Program
Untuk melakukan penyesuaian kurikulum dapat digunakan format 1 sebagai berikut:

Format 1. Contoh format penyesuaian kurikulum

No. Kompetensi Kurikulum Nasional Kompetensi Program Unggulan Keterangan
Kompetensi Sub Kompetensi KUK
Catatan:
Kolom-kolom kompetensi dan sub kompetensi program unggulan hanya diisi bila ada penambahan kalau tidak ada penambahan diisi dengan tanda strip (-).

B. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Pengertian

Suatu proses menata penggunaan modul dalam rangka mencapai kompetensi tertentu dengan mempertimbangkan keterkaitan dan sekuen dari masing-masing modul. Apabila SMK belum mempunyai modul pembelajaran secara lengkap, maka pendekatan pemetaannya menggunakan peta kompetensi.

2. Tujuan

a. Mempermudah pengorganisasian pembelajaran
b. Mendata jumlah modul/kompetensi yang diperlukan untuk mencapai kompetensi tertentu

3. Alur Proses

Alur proses kegiatan penyusunan diagram pencapaian kompetensi dapat dlihat pada diagram 2 berikut.
Diagram 2. Alur proses penyusunan diagram pencapaian kompetensi (Topic Presedence Diagram / TPD)

Alur Proses Deskripsi Penanggung jawab Unsur-unsur yang terlibat Rencana Realisasi Dokumen yang dihasilkan
Inventarisasi modul

• Melakukan inventarisasi modul dari kompetensi program/komoditas unggulan Ka.Program keahlian Guru produktif Daftar modul yang dibutuhkan

Analisis sekuensi dan keterkaitan
modul

• Melakukan analisis urutan dan keterkaitan masing-masing modu Ka.Program keahlian – Guru produktif
– Guru adaptif Skema keterkaitan dan urutan modul
Pemetaan Diagram Pencapaian Kompetensi (TPD)
• Melakukan pemetaan pencapaian kompetensi melalui modul Ka.Program keahlian – Guru produktif
– Guru adaptif Peta pencapaian kompetensi melalui modul belajar
Dari alur di atas terlihat bahwa untuk menggambarkan diagram pencapaian kompetensi diperlukan tiga langkah kegiatan yaitu inventarisasi modul, analisis sekuaensi dan keterkaitan moduldan pemetaan modul

1. Inventarisasi modul

Inventarisasi modul dilakukan dengan cara mengelompokan materi/pengetahuan sejenis pada setiap kompetensi, untuk ditulis menjadi suatu modul. Inventarisasi kebutuhan modul dapat dilihat pada format berikut.
Tujuan inventarisasi modul modul adalah agar kompetensi yang akan dipelajari dalam suatu program keahlian dapat tercapai dengan baik. Hasil inventarisasi modul disajikan dalam tabel berikut ini.
Format 2. Contoh Inventarisasi modul

Bidang Keahlian : Budidaya Tanaman
Program Keahlian : Budidaya Tanaman

Kode
kompetensi Kompetensi Judul Modul Kode Modul Alokasi Waktu (Jam)
1 2 4 5 6
A. Melakukan sanitasi 1. Sanitasi 1. 54
B. Melakukan pengolahan tanah 2. Teknik Dasar mengolah Tanah 2. 120
C. Menyiapkan media tumbuh 3. Teknologi media tumbuh terkendali 3. 54
D. Melakukan pembiakan tanaman secara generatif 4. Teknologi Pembiakan secara generatif 4. 80
E. Melakukan pembiakan tanaman secara vegetatif I 5. Tenik dasar penyetekan dalam pembiakan tanaman 5. 60
(stek dan cangkok) 6. Teknik dasar mencangkok 6. 100
F. Melakukan penanaman 7. Teknologi Penanaman 7. 80
G. Melakukan perawatan 8. Merawat Tanaman 8. 440
H. Melakukan panen dan menangani hasil panen 9. Panen dan penanganan hasil 9. 240
I. Mengoperasikan traktor 10. Mengoperasi kan traktor 10. 110
J. Menyiapkan lahan 11. Menyiapkan lahan 11. 110
K. Memetakan lahan 12. Pemetaan Lahan 12. 54
L. Melakukan pembiakan tanaman secara vegetatif II 13. Teknik okulasi dalam pembiakan 13. 110
(okulasi dan sambung) 14. Teknik mencangkok 14. 110
M. Mengairi tanaman 15. Teknik Pengairan 15. 150
N. Memupuk tanaman 16. Teknik memupuk 16. 110
O. Mengendalikan hama dan penyakit 17. Teknik pengendalian hama 17. 110
18. Teknik pengendalian penyakit 18. 110
P. Mengendalikan gulma 19. Teknik pengendalian gulma 19. 110
Q. Memangkas tanaman 20. Teknik memangkas 20. 110
R. Memberikan perlakuan khusus 21. Teknis perlakuan khusus 21. 110
S. Melakukan pengelolaan harian kebun 22. Pengelolaan harian tanaman 22. 200
T Memanen 23. Teknik panen 23. 54
U Menangani pasca panen 24. Teknik penanganan hasil 24. 54
V Menangani benih 25. Teknik penanganan benih 25. 54
W Melakukan penjualan hasil
26. Teknik menjual 26. 110
X Merencanakan dan melakukan pengawasan 27. Perencanaan dan pengawasan 27. 110
2. Analisis Sekuens dan keterkaitan antar modul

Analisis Sekuens dan keterkaitan antar modul bertujuan agar proses pembelajaran dapat dilakukan lebih sistimatis dan mudah dimengerti siswa. Analisis sekuens dan keterkaitan antar modul dilakukan dengan cara mendata modul yang mempunyai keterkaitan. Selanjutnya kelompok modul yang mempunyai keterkaitan dilakukan identifikasi terhadap modul yang menjadi prasarat bagi modul yang lain/analisis sekuensnya

Diagram 3. Contoh Analisis sekuensi dan keterkaitan modul
Angka Menunjukkan nomor modul (lihat tabel inventarisasi modul)

Sem 1 Sem 2 Sem 1 Sem 2 Sem 1 Sem 2
III. PERANCANGAN PEMBELAJARAN

1. Pengertian

Suatu kegiatan untuk merancang penyelenggaraan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan karakter program keahlian dan sesuai komoditas unggulan masing-masing. Ruang lingkup kompetensi yang akan dicapai meliputi kompetensi kejuruan (kompetensi akademik) kompetensi mengenal diri, kompetensi sosial, berfikir rasional . Perancangan mencakup program 3 dan atau 4 tahunan, program tahunan dan program per kompetensi.

2. Tujuan

Untuk menghasilkan rancangan penyelenggaraan pembelajaran yang disesuaikan dengan program kebutuhan daerah dimana sekolah berada, dan mampu mengakomodasikan terhadap tujuan program life skill, CBT, BBC, dan PBT.

3. Langkah-langkah Perancanganan Pembelajaran

Rancangan pembelajaran disusun untuk pencapaian kompetensi pada setiap program keahlian, setiap level kualifikasi dan setiap kompetensi. Diagram alur penyusunan rancangan pembelajaran dapat dilihat pada diagram 5.

Diagram 5. Langkah Penyusunan program Pembelajaran

Alur Proses Deskripsi Penanggung jawab Unsur-unsur yang terlibat Rencana Realisasi Dokumen yang dihasilkan
Penyusunan Pola Program ¾ tahun

Menganalisis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah tanpa mengurangi kurikulum Nasional WakaKur/Kaprog studi Komite sekolah,-
Guru, industri/
IP,Kasek,
Wakasek sarana Peta kompetensi untuk program 3 – 4 tahun

Penyusunan
Program
Pembelajaran
Tahunan
Menyusun peta kompetensi untuk tahun I, II,dan III WakaKur/
Program Kapro keahlian,
Guru, industri/
IP,Kasek,
Wakasek sarana Program pembelajaran tahun I (task skill) tahun II (task mana-gement, problem solving skill) tahun III (mandiri)
Menyusun program pembelajaran per kompetensi
Guru terkait – Program pembelajaran produk

A. PROGRAM PEMBELAJARAN 3 TAHUN

Program pembelajaran 3/4 tahun menggambarkan jumlah kompetensi yang harus dicapai siswa selma 3 – 4 tahun. Analisis kompetensi program 3 – 4 tahun yang sesuai dengan kebutuhan wilayah dapat dilihat pada format berikut.

Untuk menyusun program 3 tahun diperlukan informasi pola tanam / produksi daerah. Contoh pola tanam / produksi dapat dilihat pada diagram 6 sbb

Diagram 6 Contoh. Pola tanam/produksi program unggulan (diperoleh dari institusi pasangan)

TAHUN I TAHUN II
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
Tembakau

Padi Pembibitan teBibit Tembakau

Bi
bi
t
Bakau Budidaya tembakau – Budidaya
jagung
– Klotalaria
Budidaya padi
tembakau
– Jagung
– Klotalaria
Program pembelajaran yang disusun, dipadukan dengan pola tanam / produksi agar siswa dapat belajar pada lini produksi. Contoh pemaduan pembelajaran dengan pola tanam / produksi dapat dilihat pada diagram 7 sbb

Diagram 7. Contoh . Program pembelajaran terintegrasi dengan pola produksi komoditi unggulan

TAHUN I TAHUN II TAHUN III
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
SMESTER I SMESTER II SMESTER I SMESTER II SMESTER I SMESTER II
Tembakau

Padi Bibit Tembakau

Bi
bi
t
Bakau Budidaya tembakau – Budidaya
jagung
– Klotalaria
Budidaya padi Pembibitan Temb Budidaya tembakau – Budidaya
jagung
– Klotalaria Budidaya padi Pembibitan temb Budidaya tem
bakau
– Jagung
– Klotalaria

Kon-ditio-ning mengenali kuali-tas
daun temba-kau Kon-ditio-ning latih-an simu
lasi pengolah-an tanah Melakukan budidaya padi *) Melakukan pembibitan tembakau
lakukan pembibitan Melakukan Budidaya Tembakau *) Melaku-kan Budidaya Jagung/ Krotalaria *) Merenc, dan, melaks budi daya tan padi dan meng-evaluasi pe-kerjaan
klas I Dan Mengevaluasi pekerjaan klas I Merenc. dan melaks pembibitan temb Merencanakan dan melaksanakan budidaya tembakau dan mengevaluasi pekerjaan klas I Merencanakan dan melaksanakan budidaya jagung/ krotalariamengevaluasi pekerjaan klas I Persiapan ujian Ujian Persia-pan untuk usaha mandiri (pilihan)

Keterangan:
Yang diatas adalah pola tanam di dunia usaha, sedangkan yang di bawah adalah kgiatan pembelajaran mengikuti pola tanam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s